Skip to content

Regret

Regret
Judul : Regret
Genre : Romance, Sad
Rage : 14+
Cast : ○Kyuhyun
○Kang Hara (O.C)
○Other cast
“Sebaiknya kita cukup sampai disini, aku tak bisa menjagamu lagi. miahae.. jeongmal mianhe..” Kata kata itu selalu terngiang di kepalaku. Aku tak tau kenapa dia memutuskanku begitu saja.. padahal aku sudah memberikan segalanya untuknya. First kiss ku… aku juga memberikan itu padanya. Memang sih, First kiss bukan berarti last love. Tapi aku tetap mengutuki diriku karena telah memberikan tubuhku untuknya.

“Hara-ya~ Kau sudah tidur?” Aku tau persis itu suara eomma. Aku hanya bisa menatap wajah senjanya. Aku kasihan pada eomma.. kenapa beliau harus mengurus anak tak berguna sepertiku? “Kau mau makan nak?” Aku tetap tak bisa membalas semua belas kasihnya. Tiba tiba eomma menangis. Andwe eomma, jebal.. uljima eomma.. tapi aku tetap tak bergeming. Aku mencoba menggerakkan tubuhku. Tak bisa. Aku terlalu lemah. Eomma memelukku dan membelai rambutku. “Eomma akan selalu sabar.” Eomma lantas pergi dari kamarku dan meninggalkan aku sendiri. Ah, aku tak suka sendirian.

Tuhan, kenapa kau memberiku cobaan seperti ini? Kenapa Tuhan? Maafkan aku Tuhan, maaf dulu aku telah melanggar perintahmu.. maaf dulu aku telah berkhianat akan cintamu. Mengapa Tuhan… mengapa hanya aku? Apa karna aku terlalu hina? Namja itu juga hina Tuhan.. Tuhan.. tolong bebaskan aku… Aku selalu mengerang di hadapan Tuhan. Aku hanya bisa menangis.
###
Hari ini adalah hari pertamaku di Harang Junior High School. Ya.. aku masih murid baru di SMP ini. Sebenarnya saat SD aku tak tau tentang sekolah ini, hanya sekedar sering lewat karna SD ku dekat dengan SMP Harang ini. MOS pertama ku sudah ku lalui tadi. Hari pertama aku memang belum terlalu akrab dengan siswa siswa di sini, tapi beruntung ada lumayan banyak murid dari SD ku masuk ke SMP Harang. Fyuhh~ setidaknya aku bisa bergaul dengan mereka dulu.

_~~1month later~~_

“Hara-ya~ ku dengar kau masuk OSIS ya?” suara Hyejin memecah lamunanku. “Ne. wae?” jawabku sekenanya “Kau beruntung sekali Hara-ya~. Coba dulu aku se aktif dirimu. Aku mungkin juga akan dimasukkan ke OSIS oleh Sunbae kita” Aku tak mendengarkan ocehannya. Aku lebih memilih untuk memikirkan ekstra kulikuler baris berbaris. Ku dengar tawa renyah Hyena dan Jungmin menggelegar di seantero kelas. “Yak! Hara-ya~ kau memikirkan baris berbaris eoh?” tanya Jungmin padaku. “Yap! benar sekali. Sore ini kita akan ada lombak antar kelaskan untuk menentukan siapa yang bisa masuk pleton elite SMP Harang?” Ucapku panjang lebar pada mereka. Dan tentu saja hanya dibalas dengan anggukan kecil, kecuali Hyejin. Hyejin selalu senang saat kami mengobrol soal pleton elit itu. “Baiklah! Chingu-deul! Hari ini kita lakukan yang terbaik untuk pleton kelas kita! FIGHTING!!” Aku mencoba membangkitkan semangat teman teman sekelasku ini.
***
“Hara-ya~ kau mau ikut ekstra kuliker apa?” tanya duo Hye dan Jungmin padaku berbarengan. Aku mencoba berpikir keras… Ku lihat pilihan ekstrakuliker yang tertera di kertas.Kenapa hanya boleh memilih satu? Aish, ini terlalu sulit.. “Hyejin-ah, kau mau ikut basket atau badminton?” tanyaku basa basi pada sahabatku itu. “Kalo seperti itu, aku lebih memilih basket, tapi aku tak mau ikut ekstrakuliker basket. Ku dengar di Harang pemain basket perempuannya jarang. Aku tak mau punya sedikit teman.” Ku jawab hanya dengan anggukan. “Baiklah, bagaimana kalo kita ikut ekstra Bahasa Jepang saja? lumayankan untuk menambah kefasihan bahasa asing.” Hyena mengucapkan itu dengan mantap. Jungmin melepas kacamatanya sejenak.. Hyejin tampak berpikir keras namun dengan cepat ia menganggukkan kepalanya. “Bagaimana nona Kang? kau setuju?” tanya Hyena meyakinkanku. “Baiklah aku setuju.” ucapanku diiyakan oleh Jungmin. Cha! kami berempat bersama dalam satu ekstra? Pasti akan sangat menyenangkan.
***
“Yak! Kyuhyun-ah~ berhentilah berlari. Aku sudah tidak kuat mengejarmu.” Aku berhenti di lorong kelas 3. Nafasku tersenggal karna mengejar Kyuhyun tadi. “Haha, kau tak bisa membalasku Hara-ya? Kau cemen.” Ah, Aku muak dengan ucapannya itu. Lebih baik aku segera menegak air minum. Kyuhyun hanya menatapku heran. Abaikan Hara.. Abaikan..
“Ehem~ ciee Kyuhyun sama Hara pacaran niyee~” Aku tau persis itu suara Hyukjae. Dasar namja bodoh. Mana mungkin aku berpacaran dengan Kyuhyun. Namja tampan itu mana mungkin menaruh rasa padaku. “Ada yang punya minum? Hyejin-ah~ Kau bawa minum banyak tidak?” pertanyaanku dijawabnya dengan anggukan. “Ku minta? boleh? boleh. oke. Gomawo Hyejin~” setelah ku teguk banyak air minum milik Hyejin aku segera lari menuju lapangan untuk bersiap berbaris. “Yak nappeun yeoja!! Kang Hara ku bunuh kau!” Kekeke~ salah sendiri tak memperhatikanku. Aku terkekeh pelan seraya melangkah ke lapangan.
***
“Cha! Malam ini kalian akan melakukan jelajah malam. Kalian akan dipandu oleh Sunbae kalian. Tapi ingat, jangan berbuat senonoh di perjalanan. Ikuti petunjuk petunjuk di jalan. Amati baik baik.” Perkataan Pembina Pramuka itu ku dengarkan dengan seksama. Namun tetap saja anak anak yang lain bersorak. Hei kenapa kalian bersorak? ada apa dengan kata kata “senonoh”?
“Bentuk tim lagi. Di sini hanya ada ketua dan wakilkan? Bentuk tim dengan grup lain, namun tetap laki laki sendiri dan perempuan sendiri” Membuat tim lagi? Tak perlu mencaripun mereka akan datang sendiri. “Hara, Hyejin.. maukah kalian se tim dengan kami?” See? mereka yang datang pada kami. Hyejin tersenyum manis pertanda mengiyakan, aku pun tersenyum juga tak kalah manis.

*Jelajah Malam*
“Lihat, kertas kuning. Setelah ini kita ke kanan. ” Ucap Hara mantap. “Kau yakin Hara-ssi?” Sora tidak terlalu yakin dengan Hara.. bukan meragukan Hara, tapi Sora sendiri tidak terlalu ingat arahan pembinanya tadi. “Ne, aku sangat yakin!” dengan eyes smilenya, Hara meyakinkan teman barunya itu. Tiba tiba rombongan tim lain mendekati mereka. “Ckck, kelas A plus pasti ingatannya sangat tajam bukan?” Hara yang merasa tersindir atas ucapan barusan langsung menoleh kebelakang. Dilihatnya tim Kyuhyun melewati timnya. “Kau berbicara apa barusan Tuan Cho? memangnya kelas A plus punya salah terhadapmu?” ucap Hara mencibir Kyuhyun dengan sarkatis . “Tcih, A plus? hanya kumpulan kutu buku yang tak bisa diajak bermain keluar.” Hara tampak semakin meradang dengan ulah Kyuhyun. “Neo!” Hara hanya bisa mengepalkan tangannya geram.

Drrtt… Drrtt..
Send by : Kyuhyun Bplus
“Nona Kang~ tadi aku hanya bercanda.. mianhae ^_~”
Send to : Kyuhyun Bplus
“Ne, nan gwaenchana. tapi aku tak mau itu terulang lagi.Jangan sindir sindir kelas, ne!”

Selama jelajah malam berlangsung, Hara dan Kyuhyun selalu berkirim pesan. Bahkan saat tim Hara dan tim Kyuhyun bertemu, diam diam mereka saling memandang dan tersenyum satu sama lain. Hara hanya tersenyum sepanjang menjalankan misi yang ada di dalam game jelajah malam ini. Hyejin yang penasaran dengan tingkah sahabatnya itu. Ia mendekati Hara untuk menjawab semua keheranannya. “Hara-ah~ Kau sudah seperti orang gila.” ucap Hyejin di telinga Hara membuat Hara membulatkan matanya. “Mwo? ne! aku memang sudah gila! Kau tahu? Cho Kyuhyun menembakku! Entah setan dari mana yang merasuk ke tubuhnya. Intinya saat ini aku sangat bahagia!” Hyejin hanya menggeleng pelan. Namun seketika raut wajah Hyejin menjadi pucat, saat menyadari Hara telah ambruk di belakangnya. Pingsan, ya Hara pingsan.
***
“Bagaimana keadaan anakku Seungri-ya~?” tampak raut cemas seorang eomma yang sangat mengkhawatirkan anaknya. “Kau harus tabah Chaerin-ah.. Hara mengalami komplikasi berat. Ditambah lagi, sepertinya perasaannya sedang tidak terkontrol.” ucap sang dokter yang bernama Seungri itu. Ahjumma tersebut hanya bisa menangis mengetahui anaknya mempunyai banyak penyakit. “Kenapa kau tak pernah bilang pada eomma Hara..” Eomma Hara hanya bisa menangis tersedu di tepi kasur rawat Hara. “Eomma, besok aku tetap sekolah ya. Aku tak mau ketinggalan pelajaran.” Eomma Hara kaget dan langsung memeluk Hara seraya menangis. “Tak perlu seperti ini eomma. Aku sudah terbiasa dengan keadaan ini eomma. Aku tak ingin memberatkan eomma.” Hara membelai rambut ibunya lembut. Tersenyum tulus adalah obat bagi Hara untuk bangkit.
***
“Ku dengar kau sudah putus dengan Kyuhyun. Apakah kau sudah tak mencintainya?” Aku tak bergeming mendengar pertanyaan Hyejin. Ya.. aku sudah putus dengan Kyuhyun. Tidak, sebenarnya dia yang menginginkan kami putus. Aku tak akan pernah bisa melupakannya. Aku telah berjanji padanya untuk mencintainya selama aku masih bernafas. Tapi mengapa dia bisa memutuskanku begitu saja?! Bahkan sekarang dia sudah mendekati adik kelas kami. Oh Tuhan, apa salahku padanya? Aku telah memberikan apa yang dia mau. Bahkan aku rela dia meraba raba tubuhku. Cho Kyuhyun.. Kau tau? aku sakit, bahkan sangat sakit. Kau berjanji untuk menjagaku tapi apa? Bullshit tuan Cho! “Ya Hara-ya! Kenapa kau diam saja?” Hyejin membentakku? Siapa peduli. Aku beranjak dari kursiku, namun tiba tiba semua menjadi gelap.

*UKS*
Ku kerjapkan mataku menyesuaikan pencahayaan di ruangan ini. UKS lagi.. bosan aku di sini. Kuputuskan untuk beranjak dari kasur, namun nihil. Aku malah terjatuh ke lantai dengan bebasnya. “Jangan banyak bergerak. Aku tau penyakitmu anak muda.” ucap Park Uisa yang menjabat sebagai dokter di sekolah. Aku hanya bisa tersenyum saat guru tampan ini mengetahui penyakitku. “Sebaiknya kau tidak bersekolah di sekolah biasa. Bersekolahlah di Medic Corporation. Kau hanya bisa sekolah di sana.” kata kata itu lagi. Bosan! aku sudah sangat bosan mendengar nama Medic Corporation. Memangnya aku separah apa? Di MC hanya orang orang yang penyakitnya terlalu parah untuk sekolah. Aku di sini masih bisa berjalan, masih bisa bergaul tanpa cacat. Aku masih normal.

Ku langkahkan kaki menuju kelas. Pasti saat ini sudah pergantian pelajaran. Aish, ketinggalan pelajaran adalah hal yang paling ku benci di dunia ini.
###
Ting.. Tong~ Bel rumah kediaman keluarga Kang nyaring terdengar hingga ke kamar Hara. “Hara-ya~ Hyena dan yang lain menjengukmu.” Tampak beberapa anak kuliahan masuk ke rumah keluarga Kang. Wajah mereka dihiasi senyum miris saat menjenguk Hara. Antara iba dan tak menyangka. Bagaimana seorang Kang Hara bisa terpaku seperti ini? Ace of Harang Junior High School kini tak bisa apa apa lagi. Raut Hyejin masih shock hingga sekarang. Meskipun Hyejin, Hyena, dan Jungmin telah mengetahui penyakit Hara sejak SMP, namun mereka tidak mengira penyakit itu merenggut keceriaan Hara mereka.

“Kalian ke ataslah dulu. Aku mempersiapkan minum untuk kalian.” ucap eomma Hara yang segera menuju ke dapur. Teman teman sekolah Hara dulu pun menaiki tangga untuk ke kamar Hara. Terlihat pintu berkusen hitam kecoklatan yang dipadukan dengan warna putih dan emas. “Kamar itu tak berubah ya dari dulu.” ucap Jungmin mencoba tegar mengetahui nasib sahabatnya.
***
Aku mendengar kenop pintu kamarku dibuka. Eomma kah? Ku putuskan untuk memutar badanku ke tempat pintu berada. Betapa terkejutnya aku melihat teman teman SMP ku datang menjenguk. Mungkin tadi eomma sudah memberitahuku, tapi aku saja yang kebanyakan melamun. Aku menatap mereka dengan tatapan penuh tanya. Mengapa kalian di sini? Bagaimana kalian tahu aku sakit? Apakah Kyuhyun bersama kalian? Begitu banyak pertanyaan yang ingin ku ajukan, tapi tidak bisa. Aku terlalu lemah untuk menggerakkan bibirku.

“Kau tak perlu bingung begitu Hara-ssi. Kami di sini untuk mengetahui Ace Harang kami.” Sora tersenyum manis saat mengatakan itu. Tapi kenapa 3 orang kocak itu tidak berkata apapun? Apa mereka malu dengan keadaanku sekarang? Ku lihat diantara mereka tak ada Cho Kyuhyun. Heiih~ bahkan sampai sekarang dia masih menghindariku.

Ku tarik seulas senyum untuk menyambut mereka. Senyum pedih yang selama ini ku rasakan. Hyejin, Hyena, Jungmin berlari ke arahku dan memelukku. “Hara-ya~ kenapa kau tak bilang penyakitmu separah ini? Bukankah kita ini sahabat yang selalu berbagi, bersama dalam keceriaan maupun duka?” kata kata itu meluncur begitu saja dari mulut Jungmin. Lagi lagi aku hanya bisa tersenyum. Namun kali ini senyum meremehkan. Jungmin, kau berani berkata seperti itu? Bukankah kau duluan yang mengkhianatiku? Aku menatap Jungmin sedikit sinis namun tetap tersenyum. “Ne ne, maafkan aku dulu sempat mengejudge mu bahkan membicarakanmu dibelakang. Mianhae Kang Hara.” Jungmin minta maaf? Aku hanya bisa tersenyum mendengarnya.

“Kau mencarinya bukan?” Hyejin memperlihatkan foto seorang namja dengan tuxedo hitam bergaris coklat dan mata kecoklatan. Aku tersenyum, Cho Kyuhyun. Setetes air mata dengan lancang keluar dari bendungan kelopak mataku. Jujur, aku sangat rindu padanya. Rindu melihatnya bermain basket, rindu melihatnya bermain vigor board kesayangannya. Dan satu hal yang membuatku tetap mengenalinya, senyumnya. “Sekarang dia sudah menjadi penyanyi terkenal Hara-ya~ Kau tak menyangkanya kan? Kami juga.” ucap Hyena membuat aku sedikit terkejut. Kyuhyun berpindah haluan. Atlit menjadi penyanyi, dasar bodoh.

“Maaf kami tidak bisa membawa Kyuhyun bersama kami. Kau pasti merasa hampa.” Aku menggeleng sebisaku. Sambil tersenyum, aku meneteskan air mata. Itu tanda terimakasihku kepada kalian teman temanku. “Baiklah, kami pulang dulu Kang Hara. Semoga semakin hari, rasa sakitmu semakin berkurang ya Hara-ah~ kami menunggu Ace Harang kami di lustrum Harang JHS. ok?” Hyena mengerlingkan salah satu matanya kepadaku. Hyena selalu bisa membuatku tersenyum.
***
*Lustrum Harang JHS*
“Selamat malam sunbae dan hoobae. Malam ini adalah malam yang indah bukan? Dalam Lustrum Harang ke 55 ini, saya Han Hyejin menjadi pembawa acaranya. Tak perlu bertele tele lagi. Enjoy tonight everyone! Jangan lupa ikuti undian berhadiah, ne!” Hyejin selaku MC dalam acara lustrum sekolahnya tampil sangat anggun. Banyak sunbae dan hoobae yang memandangnya kagum. Namun seketika kekaguman mereka terhadap Hyejin menciut, bukan karena ill fell melihat Hyejin tapi karna Hyejin telah digandeng oleh namja lain. Hyukjae, Lee Hyukjae lah yang telah merebut hati gadis cantik itu.

Hyejin menghampiri Hyena dan Jungmin yang datang bersama pasangan mereka masing masing. Hyena dengan Donghae, Jungmin dengan Jungsoo sunbae. “Akankah Hara datang malam ini?” Hyena melontarkan pertanyaan yang sepertinya sangat sulit dijawab oleh lainya. “Aku tak tau, tapi sepertinya Kyuhyun akan datang malam ini ” ucap Jungmin memastikan. “Baiklah, kita tunggu saja.” Donghae, Hyukjae dan Jungsoo sunbae tampak cemas melihat raut yeojachingu mereka.

*KBS basement*
“Aish jinjja! Aku bisa telat ini. Atau sebaiknya aku tidak datang saja? Aku lelah sekali.” Namja bertubuh tinggi itu tampak mencari cari ponselnya. Cho Kyuhyun, ya namja itu Cho Kyuhyun. Kyuhyun membongkar tasnya agar ponselnya cepat ketemu. “Cha! baiklah, berangkat. Tunggu aku Harang~” Kyuhyun langsung menginjak gas mobilnya menuju Harang Junior High School.

*Aula Harang JHS*
Kyuhyun sampai di Harang Junior High School. Meskipun telat, dia tetap senang karna bisa kembali ke SMP nya dulu. Saat ini sedang sesi charity. Kyuhyun tidak tahu menahu akan susunan acara Lustrum kali ini. Segera saja dia masuk ke aula besar Harang Junior High School yang tengah berlangsung acara Lustrum.

Saat memasuki aula besar, Kyuhyun terus ditatapi oleh sunbae dan hoobae nya. Kyuhyun mengerutkan keningnya, namun tak lama dia tersenyum menyambut tatapan semua orang. Tapi ada juga yang menatapnya sinis. Jongwoon, dialah orang yang menatap sinis pada Kyuhyun. Namun Kyuhyun tidak menyadari keberadaan Jongwoon.

*Kediaman Kang*
“Eomma, aku ingin pergi ke acara lustrum.” gumaman kecil Hara tak dijawab oleh Eomma. Bagaimana eommanya akan menjawab jika mendengar kata kata Hara pun tak bisa. Sampai sekarang Hara masih terbujur di ranjang kamarnya. Selang kecil masih manis tertancap di pergelangan tangannya. Hara terus tersenyum manis selama terbaring di ranjangnya.

Eomma.. Aku ingin selalu menatap eomma. Aku ingin membahagiakan eomma seperti yang dulu selalu ku katakan. Mianhamnida eomma, jeongmal mianhamnida. Ku rasakan mataku memberat. Aku mengantuk.. tapi mengapa rasanya berbeda? Aku seperti akan menuju tempat yang sangat indah.

Akankah aku mati sekarang? Tuhan, jika kau memanggilku sekarang.. Tolong beritahu Cho Kyuhyun bahwa aku selalu mencintainya. Beritahu keluargaku tersayang juga Tuhan, sampaikan sejuta rasa terimakasihku pada mereka. Tuhan, meskipun aku tahu aku tak pantas berada di surgamu tapi tolong Tuhan.. Izinkan aku berada di surga.

Senyuman manis kurasakan di wajahku. Tetes demi tetes air mata keluar dari kelopak mataku. Eomma memanggil Lee uisa. Aku tau eomma cemas sekarang. Appa mulai memeluk tubuhku erat. Oppa dan Eonni ku terduduk dilantai. Mereka menangis.. andwe oppa, eonni… jebal.. uljima.. jangan tangisi aku.

Aku dapat melihat kesedihan mereka. Ya, kini aku telah tiada. Aku berbahagia di sisi Tuhan yang sangat menyayangiku. Appa, Eomma, Oppa, Eonni~ ikhlaskan aku, ne. Jaga diri kalian baik baik. Aku tersenyum dan menghilang.

*Aula Harang JHS*
Hyena menangis tersedu saat mendapat telfon dari Eommanya. Eommanya mengabari bahwa sepupunya -Hara- meninggal. Hal itu sontak membuat Hyejin dan Jungmin terpaku. Mereka tak menyangka malam yang seharusnya menjadi indah, justru adalah malam terakhir mereka satu dunia dengan Hara.

“Wae chagi? uljima..” Hyukjae berusaha menenangkan Hyejin. Hyejin mengusap air matanya dan naik ke atas panggung. “Maaf, saya menyela sebentar..” Hyejin mulai membuka suaranya meskipun masih menahan tangis.

“Malam ini, kabar duka datang dari kediaman keluarga Kang. Kang Hara, Ace Harang tahun 2005 meninggal dunia karena komplikasi sekitar pukul setengah sembilan. Mari kita menundukkan kepala sebentar untuk mendo’akannya.” seluruh alumni yang hadir pada malam lustrum berdo’a untuk tempat terbaik bagi Hara. Bahkan tak sedikit dari mereka meneteskan airmata karena mengingat kebaikan, kenakalan, kedisiplinan, kecerdasan seorang Kang Hara.

Jongwoon hanya bisa menangis tanpa suara. “Bagaimana Kang Hara bisa mengalami hal menyedihkan itu.. Dia masih muda.” para sunbae yang datang seakan tak percaya akan peristiwa yang menimpa Hara.

“Hara.. tak bisa kah aku menggantikan posisi Kyuhyun dari hatimu?” Namja bermata sipit itu berada di lantai, bertumpu pada salah satu lututnya. “Mianhae Jongwoon-ya.. Bukan tentang posisi Kyuhyun di hatiku. Tapi… aku tak ingin mempermainkan perasaanmu.” Hara mencoba menolak Jongwoon denga lembut. Jongwoon mengerti perasaan Hara. Hara belum bisa move on dari kyuhyun. Hara belum bisa melupakannya.

*Aula Harang JHS*
Setelah berdo’a untuk Hara Kyuhyun langsung pergi meninggalkan sekolah Harang. Tak tampak raut penyesalan atau kesedihan di wajah Kyuhyun. Jongwoon yang menyadari itu tampak sangat geram dan amarahnya telah memuncak.

*Parkiran Harang JHS*
“Bajingan! Kau tak usah berpura pura tidak tahu.” Kyuhyun menoleh. Dilihatnya Jongwoon siap menerkamnya. Namun dengan gesit Kyuhyun menghindar. “Tcih, kau tahu kenapa Hara tak pernah mau bersamamu? Karna kau tak lebih dari pecundang kutubuku. ” Kyuhyun mencibir Jongwoon dan memukul Jongwoon hingga tersungkur ke aspal. Jongwoon tak membalas perbuatan Kyuhyun. Kyuhyun lantas memasuki mobilnya dan benar benar meninggalkan daerah Harang.

*Apartement Kyuhyun*
Prang~ Prang~… tak ku pedulikan suara gaduh yang kubuat ini. Kubanting semua barang yang ada di dekatku. Vas, guci, bingkai foto atau apa sajalah kubanting ke segala arah. Aku tak tau kenapa aku bertindak seperti ini. Apa karna Hara? Tapi kenapa aku baru menyadarinya? Selama ini aku bersikap biasa saja. Aku selalu bisa acuh terhadapnya, tapi kenapa sekarang aku menghancurkan isi rumahku hanya karna dia? Arrggghhh!! Kang Hara MIANHAE!!
***
*Hwasin KBS Show*
“Namja multitalent korea sedang berada di tengah tengah kita. Yap! Namja itu adalah Cho Kyuhyun~” Kyuhyun hanya tersenyum dan melambaikan tangannya kepada kamera. “Wah, ternyata Cho Kyuhyun itu manis juga ya.” ucap MC Hwasin yang berhasil membuat kepercayaan diri Kyuhyun meningkat. “Sebenarnya saya tidak tau apa tema malam ini. Tapi produser kami memiliki rekaman yang katanya bisa dijadikan tema malam ini. Jadi.. mari kita dengarkan rekaman berikut ini.”
Cinta, mengapa kau pergi?
Aku di sini terbujur kaku tanpamu.
Aku sekarang telah menjadi patung.
Cinta, apa kau puas?
Aku telah memberikan segalanya untukmu.
Aku sudah tak punya harta sekarang.
Cho Kyuhyun, would you marry me?
Ucapan konyol itu terlontar Kyu~
Kyuhyun, saat kau mendengar ini mungkin aku tak bisa lagi berbicara.
Cho Kyuhyun, aku di sini masih tetap menunggumu bahkan saat ajal menjemputku aku tau aku masih menunggumu

“Huaa~ daebak! Cho Kyuhyun ternyata ada juga ya Sparkyu gila seperti yeoja yang merekam suaranya ini.” Kyuhyun hanya diam. Kyuhyun sangat kenal pemilik suara tersebut. Ya, Kang Hara lah yang telah merekam suaranya sendiri. Tetes demi tetes jatuh dari kelopak mata Kyuhyun. MC Hwasin dan seluruh penonton di studio di buat terkejut oleh Kyuhyun.

“Hey Kyu, apakah kau mengenali yeoja yang ada direkaman tadi?” MC Hwasin semakin penasaran saat kyuhyun akan menjawabnya. “Yeoja itu… Dia adalah Kang Hara. Dia mantan kekasihku saat aku masih duduk dibangku SMP..” Kyuhyun terisak saat sekelebat memori diingatnya
###
“Kyu, cepatlah. Palliwa… Hara pingsan saat sedang pelajaran.” Lee Hyukjae yang tidak lain adalah teman Kyuhyun mengajaknya ke UKS untuk melihat keadaan Kang Hara yang tadi pingsan secara tiba tiba.

Saat memasuki UKS, Kyuhyun menangis melihat yeojachingunya terbaring tak berdaya di kasur UKS. “Kyu…” Hara terus memanggil nama Kyuhyun saat ia setengah sadar. “Ne chagi? Kau jangan bergerak dulu, ne?” Kyuhyun cemas melihat wajah Hara yang tak bersinar seperti biasanya. “Euugh.. Kyu, bawa aku keluar dari sini..” Hara mengeratkan genggamannya di seragam kyuhyun. “Maksudmu apa chagiya? Ah ya, sebenarnya kau itu sakit apa chagi? Apakah tidak sebaiknya kita ke rumah sakit?” tampak jelas rasa khawatir di setiap ucapan kyuhyun. Hara tersenyum masam, “Andwe, aku tak mau ke tempat bau itu lagi. Aku sudah cukup bosan di ruang ini.” Hara memalingkan wajahnya dari Kyuhyun.

Dengan sigap kyuhyun menarik dagu Hara untuk menghadapkan wajah Hara kepadanya. Perlahan tubuh Kyuhyun mendekat kearah Hara. Kyuhyun memeluk tubuh Hara lembut. Kyuhyun curahkan semua kasih sayangnya kepada Hara melewati pelukan hangat itu. Hara hanya memejamkan matanya untuk menikmati pelukan kyuhyun.

Tak lama mereka berpelukan, Kyuhyun melepaskan pelukannya. “Aku berjanji, aku Cho Kyuhyun akan menjaga Kang Hara hingga akhir menjemputku.” Hara menarik bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman. Perlahan wajah kyuhyun mendekat, Hara tampak menutup matanya. “lampu hijau” fikir Kyuhyun seraya melekatkan bibir mereka berdua.

“Khamsahamnida Kang Hara. Janjiku tak akan ku inkari.” ucap Kyuhyun saat tak lagi mencium Hara. “Aku juga tak akan pernah menginkari janjiku Tuan Cho. Tak akan pernah.” Hara memeluk tubuh Kyuhyun berusaha meyakinkan Kyuhyun. “Ne, Gomawo chagi.”
###

“Mwo? mantan kekasih? Sepertinya dia benar benar mencintaimu Cho Kyuhyun.” MC muda itu sedikit membuat lawakan agar mencairkan suasana. Namun bagi Kyuhyun, itu bukan lelucon. Itu benar, Kang Hara memang sangat mencintainya. Kyuhyun tampak menarik bibirnya membentuk sebuah senyuman agar suasana tidak kaku.
“Tapi Cho Kyuhyun, kami juga punya beberapa foto dari mantan kekasihmu.” MC Hwasin memberi kode kepada salah satu crew. Crew itu tampak mengangguk mengerti. “Dan ini beberapa foto dari mantan yeojachingumu.” VT di samping MC Hwasin mulai memutar foto foto yang diambil dari file Kang Hara.

Foto foto yang ditampilkan bukan hanya saat Kyuhyun menjadi kekasih Hara, namun juga saat Kyuhyun dan Hara bermusuhan. Dalam salah satu foto menampilkan Kyuhyun bersama Hara di rumah sakit. Hara memakai pakaian pasien, sedangkan Kyuhyun memakai seragam sekolah.

“Cho Kyuhyun, apakah itu mantan yeoja chingumu?” tanya MC Hwasin saat melihat sebuah foto organisasi sekolah. Kyuhyun mengangguk mengiyakan. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari Kyuhyun. “Kalau begitu, apakah ada yang ingin kau sampaikan untuk mantan yeoja chingumu ini?” MC Hwasin tampak serius menatap salah satu sudut studio.

Seisi studio mengikuti arah tatapan MC Hwasin, tapi tak ada satupun orang di sana. “Yak! Kau membuatku takut hyung.” ucap Kyuhyun saat mengikuti arah tatapan MC Hwasin. “Cepat katakana saja pabo.” ucap MC Hwasin tetap menatap sudut studio seperti memastikan sesuatu tidak pergi dari studio ini.

Kyuhyun sedikit menghela nafas. “Baiklah… Kang Hara, bagaimana kabarmu di sisiNya? Kau baik baik saja kan? Masih kah kau menyayangiku? Kuharap tidak, karena aku tak mau kau tetap menungguku. Aku mohon Hara-ya.. Bahagialah di sisi penguasa alam ini.” Dengan susah payah Kyuhyun menyeka airmatanya.

“Kau dengar itu Hara-ah? Jadi, kembalilah di sisiNya. Kyuhyun akan baik baik saja. Aku yakin itu.” MC Hwasin seperti berbicara dengan seseorang yang berada di sudut studio. Senyuman terukir di wajah MC Hwasin. “Tuan Cho, dia telah mengerti.” kini MC Hwasin tak lagi menatap sudut studio. Ia mengalihkan padangannya kepada Kyuhyun.

Kyuhyun terisak dalam diamnya. “Hara-ya mianhae. mianhamnida Chagi-ah!” Kyuhyun tak dapat mengendalikan emosinya yang sudah di atas rata rata. MC Hwasin menepuk nepuk bahu kyuhyun. Kyuhyun mengerti dan kembali duduk. Mata Kyuhyun kini telah seperti danau kecil yang mengalir. Tampak jelas jejak airmata Kyuhyun.

Produser acara telah memberikan kode kepada MC Hwasin. MC Hwasin mengerti dan langsung menatap kamera. “Wah, tak terasa acara Hwasin KBS Show telah menemani anda selama satu jam. Semoga anda menikmati acara kami. Dan selamat menikmati acara berikutnya.” home band acara HKS memainkan lagu penutup. Lagu yang dimainkan adalah Run to you. Lagu yang sangat digemari oleh Kang Hara. Sekali lagi, Kyuhyun menetaskan air matanya.

Setelah acara selesai, Kyuhyun segera menuju mobilnya yang terparkir di basement KBS Building. Kyuhyun menatap foto yang baru saja ia jadikan wallpaper ponselnya. “Mianhae chagi.. Jeongmal mianhamnida Kang Hara.” Kyuhyun menangis tanpa suara di dalam mobil dan mengusap layar ponselnya dengan sayang. Bukan, Kyuhyun bukan membersihkan layar ponselnya. Kyuhyun masih mencintai Kang Hara. Itulah kenyataanya.

Are You The Author?

Are You The Author?

             @@ Fanfiction asli dari hasil jerih payahku. So, don’t copy don’t bash. Comment like oxygen @@

Malam yang dingin nan sunyi tak membuat yeoja berumur 18 tahunan ini takut maupun tertidur. Justru yeoja yang bernama Park Min Byul ini asyik menatap layar LCD netbook birunya. Byul –sapaannya- tengah berfikir keras untuk tugasnya ini. Bukan, bukan tugas sekolah melainkan tugasnya sebagai seorang Author. Ya, yeoja berparas cantik ini sedang membuat sebuah fanfiction.

*Byul POV*

Huuaa~ baru saja aku mendapat ide untuk cerita fanfic terbaru. Untung tadi Minna memberikan video Super Show 4 dan bisa ditebak aku dapat inspirasi fanfic terbaru itu ya dari menonton Super Show 4 tadi. Aaahh~ daebak! Kalian tau? Bahkan aku menangis saat menonton video. Kalian bisa bayangkan kan betapa besar cintaku untuk Super Junior?

Dari tadi aku berkutat dengan netbook tersayangku ini. Aku bahkan melupakan suara petir yang sedari tadi sudah memaksaku untuk tidur. Tapi maaf tuan Thunder, aku tak akan tidur sebelum fanfic terbaruku selesai.  Ah ya, ngomong ngomong apakah kalian tau fanfic? jika kalian tidak tau, yang kalian baca sekarang ini di sebut fanfiction. Yah, khayalan seorang fans gitu deh~

            Kurilik Jam dinding yang berdetak mengganggu indra pendengaranku. Ah, jam dua belas malam. Eomma, maafkan anakmu yang bandel ini.

*Author POV*

Burung berkicau dengan merdunya di pagi hari, ah tidak. Burung itu berkicau dengan nyaring di pagi hari. Setidaknya itulah anggapan seorang Park Min Byul. Dengan malas Byul melangkah menuju kamar mandi. Sekitar 20 menit, yeoja berkaca mata ini keluar dari kamar mandi dan langsung memasak sarapannya sendiri.

“Heuuh, eomma appa bolehkah aku menyusul kalian?” Byul bergumam sendiri saat sedang memasak. Dengan susah payah, Byul menelan sarapannya pagi ini. Sebenarnya itu kebiasaan seorang Byul. Sejak eomma dan appanya berada di tempat yang aman, ia jarang sekali mau makan. Namun siapa yang akan peduli padanya? Bahkan dia tak punya namja chingu yang bisa memperlakukan Byul dengan baik.

Dengan sedikit gontai, Byul berjalan menuju halte bus yang khusus di buat untuk sekolahnya. Sekitar 5 menit ia menunggu, bus sekolah berlabel “SHINHWA HIGH SCHOOL” datang. “Heuuh, kenapa aku tak terlambat..” dengus seorang Park Min Byul.

*Byul POV*

Ku masuki bus sekolahku ini. Tiba tiba aku menangkap sosok seorang Cho Kyuhyun. Kalian tau kan? Personil Super Junior. Ya, aku dan Cho Kyuhyun memang satu sekolah bahkan satu kelas. Karena tak ada tempat duduk yang kosong, alhasil aku harus berdiri. Ah, betapa malangnya diriku.

Kurasakan seragamku ditarik oleh seseorang. Hey, kau fikir akan melakukan tindakan asusila di bus sekolah, eoh? Ku tolehkan kepalaku kearah penarik seragamku. Gotcha! Kenapa harus si Melter itu.

“Kau tak capek berdiri seperti itu nona kacamata?” yak! Dia masih memanggilku dengan sebutan itu? Omo, itu sudah lama sekali. Namja ini benar benar seorang melter –pembuat orang melting-

“Nde? Ah, gwaenchana.. Lagi pula aku masih cukup tinggi untuk menggapai benda yang tergantung ini.” mwo, apa yang aku katakan tadi? Seharusnya aku bilang kalo aku capek pasti dia mau menggantikanku. Tapi… apakah mungkin? Aishh, mana mungkin.

“Baiklah kalau begitu nona kacamata. Tapi jika kau capek tinggal bilang saja kepadaku, ne?” ahh~ senyum itu.. Jangan kau tunjukan senyum itu kepadaku tuan muda. Bisa bisa aku pingsan sebelum sampai sekolah. Aku hanya mengangguk dan berbalik agar wajah tersipuku tak dilihatnya.

*Shinhwa High School*

Melihat Kyuhyun pagi ini membuatku gusar. Bagaimana tidak? Dia sudah lama sekali tak masuk sekolah, pasti buku bukuku yang diincarnya. Kuakui, dia itu sangat unggul dalam pelajaran matematika. Tapi tetap saja dia tak unggul dibidang lain. Dan selama ini, saat dia tak punya catatan pasti aku yang diincarnya.

“Annyeong nona kacamata~ sudah lama kita tak bertemu ya?” Kyuhyun duduk di depanku, ah tidak ia duduk di atas meja… mejaku lebih tepatnya. Lebih baik aku tak memperdulikannya, cukup di bus tadi dia membuatku tersipu.

“Hey, nona Min Byul~ kau tak mendengar suara merduku memanggilmu?” ahh Kyu~ suaramu memang lembut… Aku menatapnya lekat. “Wae?” tak usah berpura pura Cho Kyuhyun, aku tau segala bentuk sikapmu.

“Ige, semua catatan saat kau tak ada di sekolah. Dan ini tugas tugas untuk hari ini. Semua sudah ku copy. Kau tau? aku sudah hafal sikap manismu itu Kyuhyun-ssi.” wajah rupawan kyuhyun berubah menjadi sangat bahagia saat aku memberinya catatan yang tentunya menjadi tujuan kyuhyun pagi ini.

“Kau memang yang terbaik nona Park Min Byul-ah~” yah~ beginilah jika seorang sparkyu sepertiku menghadapi ulah biasku sendiri. Hanya bisa memberikan yang biasku mau. Tapi pagi ini dipipiku telah terbekas sidik jari kyuhyun. Ya, tadi kyuhyun mencubit pipiku.

*•*•*

*Author POV*

Tak seperti siswa pada umumnya, Park Min Byul dan teman teman satu kelasnya masih tetap di dalam kelas sekalipun istirahat. Sebenarnya ini wajar bagi Byul dan teman temannya karena di kelas Byul yang notabene adalah kelas papan atas alias sangat unggulan di Shinhwa High School ini belajar adalah hal terpenting yang mereka lakukan. Makan? minum? snack? Mereka semua telah membawa bekal sendiri sendiri.

“Nona Park~ tak bisa kah kau mengajariku tentang hukum pascal dan Archimedes ini?” Kyuhyun terus memohon kepada Min Byul. Namun Byul tetap bergeming, yeoja berkacamata itu tengah memakan bekalnya dengan lahap.

“Tak bisakah kau menungguku selesai makan dulu,eoh?” ucap Min Byul seraya membereskan kotak bekalnya. Kyuhyun hanya membalas dengan senyuman dan mengangkat v finger untuk Byul. Byul hanya mendesahkan nafasnya. “Jangan mendesah nona Park~” dengan suara sedikit dibuat buat, kyuhyun berhasil membuat Min Byul bergidik. “Aish, baiklah tuan Cho. Tapi kau harus benar benar mendengarkanku. Arratchi?” tukas Byul yang dibalas dengan sebuah anggukan oleh Kyuhyun.

!SKIP!

*Byul POV*

Kenapa hari ini rasanya lelah sekali.. Padahal jadwal seperti biasa atau mungkin karena mengajari kyuhyun? Ku rasa tidak mungkin. Sudahlah, lebih baik aku selesaikan dulu fanfiction yang berseri panjang itu.

“How is He life?” Judul itu menjadi judul fanfiction terpanjang sepanjang karirku sebagai seorang Author. Bagaimana tidak? Seri fanfiction ini sudah sampai part 25 namun sayangnya cerita ini belum menemui ujung ceritanya. Jadi ya beginilah, panjang.

Fanfiction “How is He life?” ini menceritakan tentang kehidupan seorang namja. Seluruh sudut pandang fanfiction ini dari Author alias dariku. Sebenarnya yang ku ceritakan di sini adalah kehidupan seorang Cho Kyuhyun.

Aku ini seorang Sparkyu, jadi wajarkan kalau aku membuat fanfiction tentangnya? Fanfiction yang kubuat ini menceritakan kehidupan nyatanya. Kebanyakan sih, cerita tentang sekolahnya karena aku tahu betul bagaimana dia di sekolah. Cha, maaf reader aku harus menyelesaikan FF ku dulu. Ku berikan senyuman termanisku kepada seluruh reader.

*Kyuhyun POV*

Aku terduduk malas di shofa dorm. Ahh, kenapa hari ini lelah sekali.. Pasti karena terlalu banyak mencatat pelajaran yang tertinggal. Tapi tak apalah, demi akademisku dan kelangsungan hidupku.

Ku ambil Ipad biru kesayanganku. Kalian tau kan bagaimana kebiasaanku? Tentu saja bermain game. Saat aku akan menekan game kesukaanku, ada bunyi yang menandakan ada mention untukku. Sebenarnya bisa saja aku mengacuhkan itu, tapi karena aku sedang kosong tidak ada salahnya kan aku mengecek?

“@GaemGyu Oppa, Have you read Fanfiction “How is He life”? You must read it.alahnya kan aku mengecek?

a mention untukku. Sebenarnya bisa saja aku mengacuhkan itu, tapi karena aku sedang kosong ti” Kulihat mention dari salah satu pengguna twitter. Aku tak yakin jika dia Sparkyu, tapi mungkin dia tiba tiba menjadi Sparkyu karena Fanfiction yang dia bilang tadi. Lebih baik aku mengecheck Fanfiction itu.

*Author POV*

Kyuhyun sedang menatap lekat Ipadnya untuk membaca sebuah Fanfiction. “Wah, apakah Cho Kyuhyun sedang melakukan Fan Service?” tanya Donghae menggoda Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tak menjawab dan memilih membaca Fanfiction yang bercast-kan dirinya. Donghae menatap dongsaengnya heran. “Tak biasanya dia seperti ini.” batin Donghae saat melihat tingkah Kyuhyun.

Tiba-tiba Kyuhyun meneteskan airmata. Donghae semakin khawatir dengan keadaan Kyuhyun. Donghae mengguncang guncangkan tubuh Kyuhyun meminta perhatian dari dongsaengnya itu. Namun tetap saja Kyuhyun tak menjawab bahkan tidak menoleh. Donghae telah putus asa menghadapi Kyuhyun. Donghae berjalan memasuki kamarnya “mungkin nanti ia akan cerita” fikir Donghae saat melihat Kyuhyun mengusap airmatanya.

Kyuhyun tertawa tak terkendali. Tawa Kyuhyun menggelegar ke seluruh Dorm Super Junior. Donghae dan Eunhyuk yang berada di Dorm pun sontak menghampiri dongsaeng mereka ini. Eunhyuk menatap Donghae seakan bertanya “Apakah dia gila?” Donghae mengerti apa yang ingin Eunhyuk katakan, tapi Donghae hanya bisa membalas dengan mengangkat kedua bahunya.

Kyuhyun meregangkan otot otot tubuhnya setelah 3 jam dia berkutat dengan Ipadnya. Kyuhyun menyadari hyung-hyungnya sedang menatap dirinya dengan tatapan iba. “Wae?” Kyuhyun meletakan Ipad yang sedari tadi digenggamnya. “Neo micheoseyo.” ucap Donghae dan Eunhyuk bersamaan. Kyuhyun mengeratkan keningnya dan tersenyum. “Aku tadi membaca Fanfiction.” ucap Kyuhyun santai seraya berjalan menuju kamarnya. Donghae dan Eunhyuk hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah Kyuhyun.

*Kyuhyun POV*

Huaa~ Fanfiction yang tadi itu sangat seru. Bahkan aku bisa menangis dan tertawa membaca Fanfiction tadi. Siapa tadi Authornya? Ah ya, IDnya ChoKyul. Unik sekali IDnya, dia pasti Sparkyu. FFnya sangat menggambarkan diriku, bahkan sepertinya aku pernah mengalami hal hal yang diceritakan di FF. Kebetulan yang tepat bukan? Semoga saja aku dapat bertemu dengan Author itu. Dan kuharap dia seorang yeoja. kekeke~

*Shinhwa High School*

*Author POV*

Kelas Seojong terlihat ramai. Baru kali ini siswa siswa penghuni Seojong Class ramai tak tercontrol. Bahkan raut wajah siswa Seojong Class tak ada yang serius seperti biasanya. Penghuni Seojong Class tampak bercanda dengan riang hati.

“Huaa~ hari yang kita tunggu tunggu akhirnya datang juga ya.” ucap seorang yeoja yang memiliki pin “Jung Minna” di seragamnya. “Iya, untunglah. Kalau begini aku bisa menulis seri FF ku dengan cepat.” Ucap yeoja berkacamata yang masih berkutat dengang netbook birunya.

“Hei nona berkacamata~ bukankah hari ini hari lengang? Kenapa kau malah berkutat dengan laptopmu itu?” tanya seorang namja yang telah berdiri tegap di depan yeoja berkacamata tadi. “Eh? Emm, molla. Aku hanya menyelesaikan FFku yang tertunda.” yeoja yang biasa disapa Byul itu kembali berkutat dengan layar di depannya. Jarinya menari dengan lincah di keyboard netbooknya. “Kau.. seorang Author?” tanya namja bertubuh tinggi itu kepada Byul. “Ne, wae? Kau ingin membaca fanfictionku? Ah sepertinya kau tidak tertarik dengan kehidupan fanfiction.” Byul hanya menanggapi namja tegap itu dengan datar. “Yak! Kau kira aku sedingin itu? Jangan terpengaruh dengan tulisan tulisan di FF jika aku orang yang dingin.” Kyuhyun –namja tegap itu- menertawakan reaksi Byul saat ini.

“Aku tak pernah menulis di FFku jika kau orang yang dingin. Karena kenyataanya tidak begitu. Iya kan? Jadi jangan sok ambil keputusan sendiri.” Byul menjulurkan lidahnya mengejek Kyuhyun. Kyuhyun sedikit terkejut karena di kebanyakan FF dirinya digambarkan sebagai orang yang dingin terhadap orang. “Benarkah? Seperti FF yang ku baca kemarin. FF itu tidak menggambarkan diriku sebagai orang yang dingin. Seperti author itu sudah kenal dekat denganku.” Kyuhyun menerawang jauh, dia mengingat ingat FF yang dibacanya kemarin. “Baguslah, kau senangkan? Jangan ganggu aku.” Byul menanggapi Kyuhyun dingin. Byul bukan membenci Kyuhyun, dia hanya tak suka Kyuhyun lebih tertarik dengan author lain.

“Baiklah nona Byul~ annyeong” Kyuhyun berucap manja tepat di telinga Byul. Byul bergidik dan menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sulit diartikan. “Kau sangat cantik jika sedang terangsang.” Kyuhyun merasa sangat puas saat Byul mengetahui bahwa Kyuhyun hanya mempermainkannya. “Aku ingin lebih nona Park.” batin Kyuhyun saat melihat Byul kembali menekuni ‘pekerjaanya’.

Sepulang sekolah, Kyuhyun mengambil motor sportnya di halaman parkir Shinhwa High School. Hari ini Kyuhyun memang tidak berangkat dengan bus sekolahnya, bahkan sekolahnya sudah hafal jadwal Kyuhyun menggunakan motornya. Kyuhyun berhenti di depan gerbang sekolahnya. Dia menatap seorang yeoja yang tampak sedang menunggu taxi. Kyuhyun menghampiri yeoja itu. Yeoja itu sedikit terkejut saat Kyuhyun berhenti di hadapannya. “Kau.. sedang apa kau di sini? Bukankah seharusnya kau ada latihan hari ini?” Byul –yeoja itu- seketika menutup mulutnya dengan kedua tangannya. “Kau mengetahui jadwalku nona Byul? Apakah kau seorang Sparkyu?” Kyuhyun menggoda Byul sehingga wajah Byul mulai memerah. “Emmm..” “Sudah, tak perlu dijelaskan. Aku tau pesonaku tak ada yang menandingi. Kajja, ku antar kau pulang.” Dengan malu-malu Byul menaiki motor Kyuhyun yang seperti motor diajang Motor GP. “Pegangan yang erat nona kacamata.” ucap Kyuhyun seraya menuntun tangan Byul agar mempererat pegangannya dipinggang Kyuhyun. “Benar tuan Cho, tak ada yang bisa menandingi pesonamu.” batin Byul saat Kyuhyun mulai menambah kecepatan motornya.

*Byul House*

*Byul POV*

“Jadi kau tinggal di sini sendirian nona kacamata?” Kyuhyun memutar mutar pandangannya melihat rumahku yang lumayan megah ini. “Ne, silahkan duduk dulu Kyuhyun-ssi. Aku akan membuatkanmu minum.” pamitku padanya. Sebenarnya tidak hanya membuatkannya minum. Aku juga ingin menata detak jantungku yang kurasa sudah diatas rata rata.

*Kyuhyun POV*

Kulihat Netbook biru Byul menampakkan dirinya sedikit dari dalam tasnya. Tadi Byul bilang dia seorang author, harusnya dia telah banyak membuat FF bukan? Engg, bolehkah aku melihat FFnya? Tapi untuk apa dia membuat FF jika tidak dibaca? Baiklah, aku mulai penasaran dengan fanfiction buatannya. Ku coba meraih netbook Byul, namun belum sempat aku mengambilnya Byul sudah datang membawa minuman. Sial.

“Silahkan Kyuhyun-ssi.” ucap Byul sopan. Aku tak menyangka kalau dia se sopan ini. “Kenapa harus se sopan itu? Aku ini chingumu sendiri.” dia menatapku. Byul, mata bulatmu itu membuatku ingin menerkammu. “Ne, Kyu..” sekarang nadanya menjadi manja. Aaah, aku gemas sekali dengannya. “Emm, Kyu kutinggal sebentar ya?” sebentar? bisakah kau tak pergi dari sisiku? Tapi tetap saja aku mengangguk untuknya.

Selama dia tak ada di sini, sebaiknya aku melihat arsip fanfictionnya. Mulai ku buka file file yang ada di netbook Byul. Dia seorang ELF. Kenapa dia tak pernah mengatakan itu padaku? paling tidak aku bisa menyampaikan salamnya kepada hyung-hyungku. Ah, dasar yeoja aneh. Mata elangku menatap file yang bertittle kan ‘Fanfiction published’ lantas ku buka file itu. Ternyata banyak juga fanfiction yang telah dibuatnya. Bahkan aku sulit menghitungnya. Kenapa dia tidak menjadi penulis saja? Ah entahlah.

Ku urutkan nama fanfictionnya lewat abjad. Ku lihat satu persatu judul fanfiction yang telah ditulisnya. Aku terkejut saat melihat judul “How is He life?” dalam daftar fanfictionnya. Apakah benar dia? Kalau begitu, dia seorang Sparkyu? Ku buka fanfiction berjudul “How is He life?” itu. “Author : ChoKyul” ku baca baik baik disclaimer nya. Benar! ini fanfiction yang itu. Tapi aku belum yakin. Jadi ku putuskan untuk melihat fanfictionnya yang lain. Dia juga membuat fanfiction NC ternyata, tapi semua authornya ChoKyul. “Profile” gumamku saat membaca nama salah satu file. Aku membuka dan membaca seluruh tulisan yang tertera di sana. “Cho Kyul => Cho Kyuhyun dan Byul. Unikkan?” jadi benar dia seorang author? apakah benar dia?

“Yak! Cho Kyuhyun. Aku hanya meninggalkanmu untuk membeli roti kacang. Kenapa kau sudah mengotak atik file ku hah?” suara itu, pasti Byul sudah kembali. Aku menoleh kepadanya. Aku menatapnya dengan tatapan yang aku juga tak tahu bagaimana cara mengartikan tatapanku. “Wae?” Byul menghampiriku dan melihat layar netbooknya. “When we make it love” judul itu terpampang jelas di layar. Fanfiction itu bergenre no children dan castnya adalah aku. “Yak! Kau belum membacanya kan?” tampak raut cemas di wajahnya. Aku menggeleng karena aku memang belum membacanya. Hanya membaca judul hingga disclaimernya saja. “fyuuh~” Byul mendesah lega saat mengetahui aku belum membacanya. “Sudah kuperingatkan kau nona Byul, jangan mendesah di depanku.” Ya.. sebenarnya aku suka mendengarnya mendesah, tapi mau bagaimana lagi? Aku harus menjaga nafsuku. Dia hanya membalas dengan senyuman.

*Author POV*

“Kau tau fanfiction yang berjudul How is he life?” Kyuhyun meneguk minuman yang disediakan oleh Byul. Seketika Byul membulatkan matanya “ti…tidak Kyu. Memangnya kenapa?” Byul berucap sedikit gagap karna takut terbongkar. “Benarkah? Ah, sayang sekali. Padahal fanfiction itu sangat bagus, bahkan masih membuatku penasaran sampai sekarang karena ujung ceritanya belum bisa di tebak.” tubuh Byul menegang. “Haruskah aku mengakuinya? tapi nanti fanfictionku bagaimana?” fikiran Byul tak henti hentinya menimbang keputusan.

“Kenapa kau terdiam nona kacamata? Ah salah, kenapa kau terdiam nona Cho Kyul?” sontak Byul mengerjap kerjapkan matanya. Kyuhyun bergeser tempat duduk agar lebih dekat dengan Byul. “Mianhae Kyu, mianhae.. Aku salah kyu. Maaf telah membuat orang orang memandangmu biasa Kyu.. Maaf telah membeberkan luka lamamu kepada seluruh orang.” Byul duduk dilantai bertumpu pada kedua lututnya. Mata Byul mulai memerah. “Mwo? apa apaan kau ini? Aku tadi sudah bilangkan? Aku suka dengan fanfiction itu.” Kyuhyun mencoba menarik tubuh Byul.

Kyuhyun memeluk tubuh Byul erat. “Uljima Minie~” ucap Kyuhyun seraya mengusap lembut punggung Byul. Sesekali Byul menghela nafasnya di leher Kyuhyun. Sebenarnya ini sangat membuat Kyuhyun tidak tahan.. tapi Kyuhyun mencoba mengendalikan nafsunya. “Byul, jangan menghembuskan nafas di tengkukku.” lembut.. sangat lembut perkataan Kyuhyun sehingga Byul memutuskan untuk melepaskan pelukan Kyuhyun.

“Kyu.. kau memanggilku Minie lagi? Tapi bukankah itu panggilan semasa kita kecil?” Byul mulai tenang dan meminum sedikit air. “Ne. Bukankah kau suka panggilan itu? Aku juga ingin kau panggil Kyunie lagi.” Kyuhyun menarik seulas senyum di bibirnya. “Itu kan… fanfictionku.” ucap Byul dengan kesadaran penuh. “hemm, oiya… soal fanfiction NC tadi…” tatapan Kyuhyun mulai tak bisa diartikan oleh Byul, bahkan oleh author sendiri. “Jangan bahas itu.” ucap Byul tegas saat Kyuhyun mulai mendekatinya. “Bukankah kau authornya? kenapa kau tak suka kita membahas itu?” perlahan Kyuhyun mendekat. “Sudahlah Kyu, aku memang authornya.” Byul beranjak dari shofa yang ia duduki. Byul mengambil sebuah tumpukan kertas yang tersusun rapi. “Itu makalah fiksi ilmiah tugas kelompok kita. Jika kau ingin namamu tertera di situ.. tulislah kata pengantar, pendahuluan dan penutupnya.” Byul berkata dengan sangat berhati hati agar Kyuhyun mengerti. Sepertinya usaha Byul berhasil, karena Kyuhyun menganggukan kepalanya sambil menatap tumpukan kertas itu. “Lantas, isinya.. Are you the author?” ucap Kyuhyun seraya menatap Byul. “Yes I am.” Ucap Byul tegas di barengi dengan senyum yang sangat manis.